Lain Lain

Alasan Pengajuan Pinjaman Modal Usaha Ditolak

Berbisnis membutuhkan banyak modal. Semakin maju perusahaan, semakin banyak dana yang Anda butuhkan. Misalnya untuk biaya perawatan, sewa toko, gaji karyawan, dan hal-hal lain sudah dijelaskan pada artikel ini. Terkadang, hanya mengandalkan tabungan pribadi saja tidak cukup. Banyak pelaku bisnis yang memilih untuk mengajukan pinjaman usaha dari berbagai lembaga keuangan, namun tidak jarang pengajuan kredit ditolak karena berbagai faktor. Bagi Anda yang ingin meningkatkan ekuitas perusahaan, lihat 8 Alasan Mengajukan Penolakan Pinjaman Ekuitas Perusahaan.

Alasan pengajuan pinjaman ekuitas perusahaan ditolak

1. Masalah demografis

Sebelum mengajukan pinjaman ekuitas bisnis, Anda harus terlebih dahulu memeriksa apakah pinjaman tersebut tersedia untuk bisnis di daerah Anda. Temukan informasi ini di situs web resmi peminjam atau akun media sosial. Jika Anda tidak mengerti atau tidak yakin dengan informasi di Internet, Anda harus mencoba menghubungi peminjam melalui telepon untuk membahas syarat dan ketersediaan.

2. Sejarah kredit yang buruk

Kemungkinan lain bahwa pengajuan pinjaman bisnis ditolak adalah riwayat kredit yang buruk. Bank Indonesia memiliki sejarah pinjaman kepada bank dan non-bank secara keseluruhan. Jika Cek BI buruk, pinjaman tidak akan diberikan. Tingginya tingkat DBR (debt-to-debt ratio) dalam sejarah kredit Anda membuat peminjam berasumsi bahwa mereka akan kesulitan mendapatkan pembayaran pinjaman dari Anda. Oleh karena itu, sebelum meminjam, periksa dulu apakah pinjaman Anda dapat dilunasi dengan baik dan tepat waktu.

3. Pekerjaan tidak stabil

Bagi peminjam, pekerjaan atau bisnis yang stabil berarti Anda akan mampu membayar kembali pinjaman dengan baik. Beberapa bank diharuskan memiliki setidaknya 1 tahun pekerjaan saat ini. Jika Anda telah berganti pekerjaan kurang dari 1 tahun yang lalu, mungkin sulit untuk mendapatkan pinjaman. Untuk freelancer atau pengusaha, berikan dokumen keuangan seperti dokumen pajak dan bukti pendapatan lainnya.

4. Kinerja penjualan perusahaan yang buruk

Ini adalah alasan lain mengapa aplikasi pinjaman ekuitas bisnis ditolak. Selain mengecek data pribadi, peminjam juga akan mengecek perkembangan bisnis Anda. Jika volume penjualan Anda rendah dan terlalu berisiko untuk meminjamkan dana, maka ini adalah jenis bisnis yang berpotensi berisiko dan tidak dibayar dengan penurunan perkiraan penjualan yang buruk.

5. Jumlah pinjaman terlalu tinggi

Sebelum mengajukan jumlah pinjaman, periksa persyaratan aplikasi, termasuk jumlah pinjaman. Jika jumlah penawaran pinjaman akhir terlalu rendah dan tidak memenuhi ekspektasi peminjam, ini mungkin salah satu alasan mengapa pinjaman ditolak.

Sebelum mengajukan pinjaman, Anda harus mempertimbangkan dengan cermat jumlah pinjaman yang ingin Anda terapkan. Ketahui posisi keuangan dan bisnis Anda. Jika Anda tidak ingin aplikasi Anda ditolak, Anda harus menyesuaikan jumlah pinjaman dengan skor kredit Anda.

Misalnya mengajukan pinjaman Rp.100 juta. Namun melihat hasil skor kredit dan pertimbangan lainnya, calon debitur hanya bisa meminjamkan Rp50 juta. Anda melihat bahwa jumlahnya terlalu kecil, sedangkan calon peminjam melihat bahwa jumlahnya terlalu besar untuk pengajuan ditolak.

6. Bisnis Anda tidak tepat sasaran pemasaran

Peminjam akan memeriksa kemajuan dan bidang bisnis Anda. Keputusan apakah bisnis Anda cocok atau tidak tergantung pada keadaan dan keadaan kehidupan dan ekonomi. Misalnya, selama pandemi COVID-19 seperti ini, peminjam kemungkinan tidak akan menerima pertanyaan dari pedagang selain industri makanan dan minuman. Oleh karena itu, jangan heran jika pengajuan pinjaman ekuitas korporasi Anda ditolak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *